Pulau Cipir, Bekas Rumah Sakit yang Jadi Spot Fotografi

Bagian III dari 3 tulisan (habis)

Perhentian terakhir kami adalah Pulau Cipir. Kalau di awal perjalanan pemandu kami berkata kami bisa berenang atau main air di pulau ini, saya tidak setuju. Kenyataannya, pantai di Pulau Kelor lebih bersih dan lebih representatif untuk berenang dan bermain air dibandingkan dengan pulau ini. Ombak di pulau ini juga cenderung lebih besar.

Pulau Cipir memiliki pantai yang tidak terlalu luas, di beberapa bagian air laut tampak jernih tetapi pada bagian lainnya masih ada sampah-sampah terapung meskipun tidak sebanyak sampah di dermaga Pulau Onrust.

Continue reading →

Advertisements

Benteng Martelo di Pulau Kelor

Bagian I dari 3 tulisan

Seorang teman mengajak saya bergabung dengan trip ke tiga pulau di Kepulauan Seribu, yakni Pulau Kelor, Pulau Onrust, dan Pulau Cipir. Wisata yang diselenggarakan oleh Rani Journey ini ditawarkan seharga Rp 95.000 per orang, sudah termasuk donasi untuk sekolah gratis Smart Ekselensia Dompet Dhuafa. Anda bisa melihat informasinya di http://www.ranijourney.com.

Hari Minggu, 24 April 2016 kami ditunggu di Dermaga Kamal Muara, Jakarta Utara pada pukul 08.00 WIB oleh guide kami, Toto. Rombongan saya ada 6 orang, kami berangkat dari Sawangan, Depok dengan mobil sewaan yang mengantar dan menjemput kami. Sewa mobil dihitung-hitung lebih murah dibandingkan dengan naik taksi atau transportasi daring semacam Grab Car dan Uber. Untuk sewa mobil 24 jam, biayanya Rp 600.000. Ini belum termasuk tol dan bensin.

Continue reading →

Ekspedisi Maritim GMT 2016 ke Belitung

Pada 8-10 Maret lalu saya mengikuti Ekspedisi Maritim Gerhana Matahari Total 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia. Event ini diikuti oleh 1.100 pelajar, mahasiswa, dan mitra maritim termasuk beberapa instansi lain, seperti BMKG, LAPAN, dan Bosscha. Ekspedisi ini memiliki misi edukasi selain untuk memperkenalkan kekayaan maritim dan pariwisata Indonesia.

image

Selasa, 8 Maret 2016 pukul 07.00 WIB kami sudah berkumpul di Terminal Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam ekspedisi ini, kami menggunakan KM Kelud, kapal milik PT Pelni yang berkapasitas 2.000 penumpang, menuju Pelabuhan Tanjung Batu di Belitung.

Continue reading →

Teluk Ijo, Pantai Tersembunyi di Banyuwangi

Perjalanan kami dari Kawah Ijen dilanjutkan ke Banyuwangi. Kami ingin mengunjungi Teluk Ijo atau Teluk Hijau atau Green Bay menurut sebutan wisatawan asing. Rute menuju Teluk Ijo dari Kawah Ijen adalah melalui Jalan Banyuwangi-Jember, kurang lebih jaraknya 103 kilometer.

Dari kota Banyuwangi menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini ditempuh sekitar tiga jam. Memasuki wilayah PTPN XII, jalanan semakin menyempit dan berbatu-batu. Di kanan dan kiri jalan, kita bisa melihat tanaman kakao yang menjadi produk utama di PTPN XII.

Ketika sampai di Pos Penjaga yang ada di Taman Nasional Meru Betiri, pengunjung diminta mengisi buku tamu dan membayar tiket masuk. Untuk hari Senin-Jumat, tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp 5.000 per orang/hari dan untuk wisatawan asing Rp 150 ribu per orang/hari. Untuk weekend, tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp 7.500 per orang/hari dan untuk wisatawan asing Rp 225.000 per orang/hari. Untuk pengunjung yang membawa kendaraan bermotor, harus membayar Rp 5.000 per unit/hari sedangkan untuk kendaraan bermotor roda empat Rp 10.000 per unit/hari.

Dari pos tersebut, kami masih harus melalui jalan perkampungan menuju Pantai Rajegwesi. Untuk mencapai Teluk Ijo, pengunjung bisa menggunakan dua cara. Pertama, melalui jalan setapak melewati hutan dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam. Kedua, naik kapal dari Pantai Rajegwesi dengan biaya Rp 15.000 per orang untuk sekali jalan.

Sebelum mencapai Teluk Ijo, pengunjung akan melewati Pantai Batu.

Sebelum mencapai Teluk Ijo, pengunjung akan melewati Pantai Batu.

Jalan setapak diawali dengan jalan berundak-undak yang cukup menanjak, lalu mendatar dan menurun. Jalan tanah tersebut kadang kala becek dan licin setelah hujan. Itu sebabnya di beberapa turunan terdapat tali yang bisa digunakan untuk berpegangan ketika menuruni atau menaiki jalan setapak tersebut.

Jalan setapak melewati hutan, sesekali terdengar suara monyet dan serangga hutan. Sebelum mencapai Teluk Ijo, pengunjung akan melewati Pantai Batu. Pantai ini diberi nama sesuai dengan banyaknya batu yang ada di pinggir pantai. Sebagian besar batu yang ada di pantai tersebut berbentuk oval, halus seperti pebble stone.

Memasuki Teluk Hijau, pengunjung akan melihat papan nama dan koordinat pantai tersebut.

Memasuki Teluk Hijau, pengunjung akan melihat papan nama dan koordinat pantai tersebut.

Akhirnya setelah berjalan cukup lama, kami mulai melihat pantai dengan pasir coklat yang bersih. Pantai yang ada di Teluk Hijau ini ibarat pantai perawan. Lokasinya yang berada di antara tebing-tebing batu seolah tersembunyi. Ketika kami sampai di sana, tidak ada pengunjung lain yang terlihat. Benar-benar serasa berada di pantai pribadi!

Pantai dengan pasir yang halus dan bersih ini sepi pengunjung. Serasa berada di private beach.

Pantai dengan pasir yang halus dan bersih ini sepi pengunjung. Serasa berada di private beach.

Di pinggir pantai ini terdapat sebuah gubuk kecil yang bisa digunakan untuk beristirahat. Ada sebatang pohon dan ayunan yang terbuat dari karet bekas ban mobil. Ombak di pantai ini cukup bersahabat, tetapi jika ingin berenang atau bermain air tetap waspada untuk tidak terlalu ke tengah.

Cuaca yang sedikit mendung tidak mengurangi keindahan pantai di Teluk Hijau. Kami berpapasan dengan beberapa penduduk yang ingin memancing di pantai ini. Mereka bergerak jauh hingga ke tebing karang yang cukup terjal untuk dinaiki.

Air terjun kecil di tepi pantai yang kering di kala kemarau.

Air terjun kecil di tepi pantai yang kering di kala kemarau.

Di pinggir pantai ini juga terdapat bekas aliran air di tebing. Ketika kami berkunjung ke sana, memang saat kemarau. Pada musim hujan, aliran air di tebing tersebut akan lebih deras dan menjadi semacam air terjun mini. Wah, pasti pemandangannya lebih indah.

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini sangat luas. Selain Teluk Ijo, terdapat beberapa pantai lainnya, seperti Pantai Bandealit, Pantai Rajegwesi, dan Pantai Sukamade. Perlu beberapa hari untuk bisa mengeksplorasi kawasan ini. Sayangnya, waktu kami tidak banyak. Mungkin suatu saat nanti saya akan kembali ke sini untuk menjelajah pantai-pantai lainnya.

Pemandangan Teluk Hijau dari atas tebing.

Pemandangan Teluk Hijau dari atas tebing.