Pulau Cipir, Bekas Rumah Sakit yang Jadi Spot Fotografi

Bagian III dari 3 tulisan (habis)

Perhentian terakhir kami adalah Pulau Cipir. Kalau di awal perjalanan pemandu kami berkata kami bisa berenang atau main air di pulau ini, saya tidak setuju. Kenyataannya, pantai di Pulau Kelor lebih bersih dan lebih representatif untuk berenang dan bermain air dibandingkan dengan pulau ini. Ombak di pulau ini juga cenderung lebih besar.

Pulau Cipir memiliki pantai yang tidak terlalu luas, di beberapa bagian air laut tampak jernih tetapi pada bagian lainnya masih ada sampah-sampah terapung meskipun tidak sebanyak sampah di dermaga Pulau Onrust.

Cipir1
Monumen di Pulau Cipir.

Di pulau ini ada bekas bangunan rumah sakit yang tinggal puing-puing saja. Pulau Cipir merupakan bagian dari Taman Arkeologi Onrust karena rumah sakit yang ada di pulau ini adalah rumah sakit untuk para jemaah haji. Ada juga bangunan karantina bagi jemaah haji di pulau ini.

Cipir2
Puing bekas bangunan rumah sakit bagi jemaah haji di Pulau Cipir. Pulau ini merupakan bagian dari Taman Arkeologi Onrust.

Untuk memandang lebih jelas Pulau Cipir, cobalah naik ke menara pandang setinggi 25 meter-30 meter yang ada di sana. Dari atas menara, kita bisa melihat tanggul yang dibangun untuk memecah ombak, Pulau Onrust dan Pulau Kelor juga terlihat di kejauhan.

Cipir12
Menara pandang di Pulau Cipir. Titik tertinggi untuk melihat sekeliling Pulau Cipir.
Cipir8
Dek yang menjadi spot menarik untuk fotografi di Pulau Cipir dilihat dari menara pandang.

Di pulau ini juga terdapat semacam dek yang cukup luas dari beton dan kayu dengan pagar berwarna coklat. Dek ini menjadi spot yang menarik untuk penggemar fotografi karena di dek ini juga ada aksen arsitektur semacam gerbang-gerbang yang berjajar.

Cipir15
Pemandangan dari dek di Pulau Cipir.

Pulau Cipir cukup teduh meskipun tidak memiliki pepohonan sebanyak di Pulau Onrust, tempat ini cocok untuk duduk-duduk bersantai atau selonjoran sambil menikmati panorama pantai. Selesai berkeliling, kami beristirahat sebentar di warung yang ada di pulau ini sebelum kembali ke perahu. Sekira pukul 15.00 WIB kami kembali ke perahu dan meninggalkan Pulau Cipir.

Salah satu sisi perahu ditutup dengan terpal untuk menahan teriknya sinar matahari sore dan paparan angin kencang. Saya yang duduk di sebelah terpal merasakan kuatnya hempasan angin. Ombak pun mulai meninggi karena sebentar lagi pasang tiba. Perahu bergoyang lebih kencang, sesekali percikan ombak membasahi penumpang yang mulai mengantuk dalam perjalanan pulang.

Perahu perlahan merapat kembali ke Kamal Muara. Kami pun mengucapkan salam perpisahan kepada pemandu kami, meninggalkan perahu-perahu kosong dan dermaga yang beranjak sepi. (*)

Advertisements

2 thoughts on “Pulau Cipir, Bekas Rumah Sakit yang Jadi Spot Fotografi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s