Misteri di Pulau Onrust

Bagian II dari 3 tulisan

Pulau Onrust adalah pulau terbesar di antara ketiga pulau yang kami kunjungi. Pulau ini tidak memiliki pasir yang indah seperti di Pulau Kelor. Kita akan melihat beton-beton pemecah ombak di pantai pulau ini. Ketika perahu kami merapat ke dermaga, sampah-sampah terapung mengotori air laut di dermaga. Semoga saja pengelolaan sampah di pulau ini diperbaiki seiring dengan rencana pengembangan pulau ini..

Teduh, itulah kesan pertama kami ketika menyusuri Pulau Onrust. Di pulau ini terdapat banyak pohon besar, seperti pohon beringin, pohon cemara, hingga pohon saga. Di pulau ini kita bisa melihat reruntuhan bangunan yang dahulu difungsikan sebagai tempat cuci umum para jemaah haji. Ada juga sumur penampungan air, penjara, makam Belanda, dan makam pribumi.

Onrust1
Pulau Onrust, taman arkeologi yang memiliki sejumlah bangunan kuno dari abad ke-17.

Pemandu kami menjelaskan bahwa di pulau tersebut tidak terdapat penginapan dan tidak ada fasilitas untuk mendirikan kemah (camping) karena Pulau Onrust karena kisah-kisah misteri mengenai hantu penghuni pulau tersebut. Pada siang hari, kesan seram tidak begitu terlihat karena pulau masih ramai, bahkan ada lebih banyak warung di pulau ini dibandingkan dengan di Pulau Kelor. Harga tiket masuk di Pulau Onrust adalah Rp 5.000 per orang.

Onrust4
Pengunjung Pulau Onrust berjalan di antara pepohonan yang teduh.

Pulau Onrust adalah taman situs arkeologi yang menjadi open air museum. Ada beberapa reruntuhan bangunan bersejarah di pulau yang dahulu digunakan untuk menampung jemaah haji ini. Museum yang bisa kita temui di Pulau Onrust ini adalah bekas penginapan bagi jemaah haji. Di depannya terdapat dua buah meriam sedangkan di bagian dalam terdapat foto-foto kuno, penjelasan mengenai fungsi Pulau Onrust di masa lalu, serta artefak yang ditemukan dari kapal-kapal yang diduga pernah berlabuh di pulau ini.

Ketika Pulau Onrust dibangun sebagai permukiman penduduk pada awal abad ke-17, salah satu sumber kehidupan di pulau ini adalah air bersih yang ditunjukkan dengan adanya sumur atau penampungan air di pulau tersebut. Namun, rata-rata penduduk di Pulau Onrust pada waktu itu tidak berumur panjang. Penyakit-penyakit tropis diduga menjadi penyebab kematian mereka, seperti ditunjukkan dalam enkripsi yang ada di sejumlah nisan di pulau itu.

Onrust5
Bangunan tempat cuci umum yang dahulu digunakan oleh jemaah haji yang dikarantina di Pulau Onrust.

James Cook, pelaut Inggris yang menemukan Benua Australia, tercatat pernah singgah di Pulau Onrust selama 8 hari pada 1770. Cook mendarat untuk memperbaiki kapal Endeavor yang rusak. Sejumlah pelaut Eropa lainnya juga memiliki catatan mengenai Onrust. Misalnya, Francois Valentijn yang tinggal di pulau tersebut pada 1724-1726, menggambarkan perilaku para pejabat di pulau tersebut yang korup dan hidup bermewah-mewah bagai raja kecil.

Pulau Onrust juga pernah disebut sebagai pulau tahanan pada masa penjajahan Belanda sedangkan pada Perang Dunia II banyak tentara Jerman yang ditahan di sini. Setelah Indonesia merdeka, pulau ini juga digunakan untuk eksekusi hukuman mati bagi Kartosoewirjo, pemimpin pemberontakan DI/TII.

Onrust14
Arena di bangunan penjara yang digunakan untuk mengadu para tahanan.

Pemandu mengajak kami mengunjungi bangunan bekas penjara di Pulau Onrust, di sana terdapat sebuah arena kecil yang fungsinya semacam colloseum di Roma, Italia. Ketika kapasitas penjara berlebih, sejumlah tahanan diadu hingga tewas di arena tersebut. Sungguh keji!

Kemudian kami masuk ke komplek makam Belanda. Makam orang biasa ditandai dengan nisan dari batu bata sedangkan makam pejabat atau bangsawan nisannya terbuat dari batu alam yang diukir. Di sisi pulau yang lain, makam untuk pribumi sangat sederhana. Di sebelah makam pribumi terdapat tiga makam yang berada dalam naungan bangunan yang dicat biru. Salah satu dari makam tersebut adalah makam Kartosoewirjo.

Onrust9
Komplek makam Belanda di Pulau Onrust.

Selesai berkeliling Pulau Onrust, kami beristirahat untuk makan siang dan sholat. Penyelenggara tour sudah menyiapkan makan siang sederhana. Untuk mengusir dahaga, saya memesan satu kelapa muda dari warung yang ada di pulau ini, harganya Rp 15.000. Selesai makan, jangan lupa buang sampah di tempat sampah yang disediakan ya!

Advertisements

4 thoughts on “Misteri di Pulau Onrust

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s