Review Inacraft 2016: From Small Village to Global Market

Event tahunan Inacraft 2016 mengusung tema The Splendour of Minangkabau, From Small Village to Global Market. Kali ini BNI sebagai penyelenggara membawa Sumatera Barat sebagai ikon gelaran ini. Ada 32 mitra binaan BNI dari berbagai Kampoeng BNI di seluruh Indonesia yang diikutsertakan dalam Inacraft 2016 yang berlangsung 20-24 April 2016 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta. Mitra-mitra binaan tersebut antara lain, Kampoeng BNI Batik Tulis Lasem, Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan, Kampoeng BNI Tenun Silungkang, Kampoeng BNI Tenun Pandai Sikek, dll.

Sebenarnya saya berniat mengunjungi Inacraft pada hari pembukaan event ini, yakni pada 20 April 2016. Akan tetapi karena saya pikir hari pertama akan ramai, apalagi pembukaan dilakukan oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla, kemungkinan penjagaannya bakal ketat. Akhirnya baru pada hari kedua kemarin saya bisa berkeliling Inacraft 2016.

Jika dibandingkan dengan Inacraft 2015, tahun ini peserta pameran lebih banyak. Ini terlihat dari padatnya stand yang memenuhi Plenary Hall, Assembly Hall, hingga ke lantai dasar gedung JCC. Oya, pengunjung harus membeli tiket masuk seharga Rp 25,000 (berlaku sama untuk weekdays maupun weekend) tetapi untuk pengguna BNI Tapcash ada promo tiket masuk seharga Rp 70 saja.

Inacraft08
Paviliun Sumatera Barat yang menjadi ikon Inacraft 2016.

Ketika masuk ke Plenary Hall JCC, kita bisa melihat paviliun Sumatera Barat yang menjadi ikon Inacraft 2016, ada banyak produk kain tradisional dan bordiran indah khas daerah tersebut.

Pecinta batik dan kain-kain tradisional Indonesia, seperti berbagai macam kain tenun, sasirangan, jumputan, songket, dll pasti betah berkeliling pameran ini. Siapkan saja dompet dan isinya, harganya sangat bervariasi mulai dari Rp 50,000 untuk sehelai kain.

Inacraft01
Batik khas Bogor dari LMW.

Yang tidak ketinggalan tentu berbagai produk kerajinan (craft), mulai dari pernak-pernik dekorasi rumah, kerajinan kain perca yang diolah menjadi sarung bantal, tas, hingga bedcover, perangkat makan, dan aksesoris, rajutan, anyaman hingga produk kulit.

Inacraft02
Produk tas anyaman dengan hiasan decoupage dari stand Dekranasda Bekasi.
Inacraft04
Storage, keranjang anyaman, dan bantal-bantal dengan desain modern.

Pernak-pernik kerajinan perca dijual mulai dari Rp 20,000 untuk dompet koin. Ada juga kerajinan ‘keranjang’ rotan dengan desain yang lucu-lucu, seperti karakter Rilakkuma. Warna-warna pastel yang digunakan bikin saya semakin gemas.

Inacraft09
Kerajinan rotan dengan warna-warna pastel dan desain yang cute.

Meski baru berlangsung selama dua hari, ternyata beberapa barang kerajinan dan furniture pada sejumlah stand peserta pameran hampir sold out. Untuk furniture, saya paling suka stand Mojo yang menampilkan produk recycle dari tong maupun ember yang diubah menjadi stool dan coffee table dengan desain kekinian.

Inacraft05
Coffeetable hasil recycle tong bekas di stand Mojo, harganya Rp 700,000.

Berkeliling Inacraft 2016 dijamin membuat mata dan badan Anda sehat meskipun kantong terancam kering, hehe. Untuk produk fashion, banyak sekali pilihannya dan rasanya semua bagus-bagus. Di stand Indonesia Heritage, misalnya, ada tas-tas cantik dengan kombinasi desain modern dan kain tenun tradisional.

Inacraft10
Kombinasi tenun pada tas produksi Indonesia Heritage.
Inacraft11
Berbagai produk fashion di Inacraft 2016.

Beberapa stand craft juga menawarkan kursus, seperti kursus patchwork dan quilting, kursus merajut, kursus membuat hiasan miniatur, dan decoupage. Jadi, untuk yang ingin belajar membuat kerajinan tangan bisa langsung mencari informasi di stand tersebut.

Inacraft07
Kerajinan bunga kering dari kulit jagung, cantik!

Untuk pengunjung yang suka berfoto selfie maupun welfie, di luar gedung juga ada booth untuk berfoto dengan bingkai buatan yang bertuliskan “I’m a craft addict” dan hiasan khas Sumatera Barat. Jangan lupa cicipi berbagai kuliner nusantara di tenda besar yang ada di dekat lapangan parkir, di depan gedung JCC. Ada gudeg komplit, pecel Madiun, nasi Padang, nasi kapau, pempek, batagor, bebek bakar, hingga berbagai oleh-oleh khas daerah, seperti tahu bakso. Nah, selamat jalan-jalan ke Inacraft 2016!

Inacraft12
Booth foto di Inacraft 2016.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s