Hunting Kuliner Nusantara di Festival Jajanan Bango

Festival Jajanan Bango (FJB) 2015 merupakan salah satu event yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta kuliner Nusantara. Event tahun ini genap sepuluh tahun FJB diselenggarakan. Minggu (14/6) sore, saya menuju Plaza Barat Senayan untuk icip-icip berbagai kuliner yang dijajakan di sana. Kabarnya, ada sekitar 50 jenis makanan yang hadir di FJB 2015 ini.

Kawasan Gelora Bung Karno hari itu sangat ramai. Maklum, beberapa event diselenggarakan bersamaan, antara lain Pasar Rakyat Syariah-OJK, Burtok (Bursa Toyota Kita), Indonesia Cellular Show (ICS) 2015, dan FJB 2015.

Ketika sampai di Plaza Barat Senayan sekitar pukul 17.00 WIB, pengunjung FJB 2015 sudah ramai. Beberapa outlet dipadati antrean panjang, misalnya Sate Klathak, Ketan Susu, Nasi Goreng Rempah Mafia, dan lain-lain.

Pengunjung rela antre untuk mencicipi kuliner Nusantara di Festival Jajanan Bango 2015
Pengunjung rela antre untuk mencicipi kuliner Nusantara di Festival Jajanan Bango 2015

Sebenarnya saya penasaran dengan sate klathak Jogja dan nasi goreng rempah mafia tetapi melihat antrean yang sangat panjang, saya memilih outlet yang antreannya tidak terlalu panjang. Semua makanan di outlet yang ada di FJB 2015 ini dibanderol Rp 20 ribu per porsi, langsung bayar cash di outlet. Untuk pengunjung yang mengundung aplikasi FJB 2015 di Google Store, diberikan voucher senilai Rp 5 ribu yang bisa ditukarkan di bagian informasi. Jadi, lumayan bisa lebih murah sedikit untuk porsi pertama cicip-mencicip 🙂

Thengkleng Klewer Bu Edi, kuliner yang khas dari Solo
Thengkleng Klewer Bu Edi, kuliner yang khas dari Solo

Ini dia makanan yang pertama saya cicip, thengkleng Klewer Bu Edi dari Solo, Jawa Tengah. Thengkleng adalah makanan semacam gule dengan isi potongan daging sapi tetapi kuahnya tidak terlalu pekat. Menurut saya, thengkleng ini kurang nendang bumbunya, mungkin karena mangkuk saya ini adalah porsi kesekian ratus hehe.

Semakin sore, pengunjung terus bertambah. Ruang gerak semakin sempit, kadang-kadang kami harus berdesak-desakan untuk bergerak dari satu outlet ke outlet yang lain. Dari Indonesia Tengah, saya ingin mencoba masakan Indonesia Barat atau Timur. Pilihan jatuh pada Roti Cane Kuah Kari dari Resto Seulawah (Bendungan Hilir, Jakarta Pusat).

Roti cane kuah kari dari Resto Seulawah yang rasanya mantap
Roti cane kuah kari dari Resto Seulawah yang rasanya mantap

Hari mulai gelap. Antrean pengunjung semakin menyemut. Pilihan saya rupanya tepat. Saya menjadi salah satu dari enam pengantre yang mendapatkan porsi terakhir roti cane kuah kari Seulawah. Roti canenya mantap, terasa manis dan gurih margarine, tidak terlalu tebal, dan pinggirannya renyah. Ketika roti dicelup ke dalam kuah kental kari khas Aceh, mantap benar rasa gurih, manis, dan rempah-rempah kari beradu.

Malam hari, pengunjung FJB 2015 semakin banyak.
Malam hari, pengunjung FJB 2015 semakin banyak.

Sayang sekali, saya tidak sempat mencicip kuliner lainnya. Jumlah pengunjung yang semakin banyak membuat lokasi FJB 2015 semakin padat. Udara panas membuat saya kegerahan.

Sebelum pulang, mampir dulu ke lokasi foto-foto dan pajangan makanan yang ada di salah satu sudut FJB 2015.

Pengunjung melihat dari dekat display makanan 'palsu' yang terbuat dari lilin.
Pengunjung melihat dari dekat display makanan ‘palsu’ yang terbuat dari lilin.
Ini dia 'makanan' yang menggoda, tapi awas tertipu :)
Ini dia ‘makanan’ yang menggoda, tapi awas tertipu 🙂

Display makanan dari berbagai daerah di Nusantara terlihat menggoda dan sangat mirip dengan aslinya. Padahal, ‘makanan’ itu terbuat dari lilin. Meskipun ada peringatan agar pengunjung tidak menyentuh display makanan tersebut, masih ada beberapa pengunjung yang mungkin tidak sengaja menyentuh karena penasaran.

Pengunjung berfoto di salah satu diorama Kecap Bango
Pengunjung berfoto di salah satu diorama Kecap Bango

Rasanya, satu hari tidak cukup untuk mencoba semua kuliner Nusantara yang ada di FJB 2015. Mungkin penyelenggara bisa mempertimbangkan untuk memperpanjang waktu festival untuk tahun-tahun berikutnya agar pengunjung bisa lebih puas menikmati jajanan yang ada.