Trip to Penang (7): Butterfly Farm

Hari ketiga di Penang. Pagi yang cerah diawali dengan sarapan di hostel. Kali ini sarapan pilihan saya adalah nasi lemak.

Sarapan di hostel kali ini nasi lemak. Nasi lemak ini seperti nasi uduk dengan lauk ikan teri dan telur serta sambal.

Rencananya saya ingin ke Kek Lok Si Temple dan Butterfly Farm. Tetapi, karena kedua tempat wisata itu ternyata berjauhan, saya harus memilih salah satu. Akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi Taman Rama-rama atau Penang Butterfly Farm di Teluk Bahang.

Dari Weld Quay terminal saya naik Rapid Penang Bus 101 yang menuju Teluk Bahang, ongkosnya RM 4. Sopir agak bingung waktu saya bilang mau ke Butterfly Farm, jadi bilang saja mau ke Taman Rama-rama pasti dia mengerti.

Perjalanan dari Terminal Bus Weld Quay, George Town ke Teluk Bahang sekitar satu jam. Sebelum sampai ke Teluk Bahang, Anda bisa melihat pemandangan Pantai Batu Ferringhi yang di lewati oleh bus ini.

Kupu-kupu berwarna biru dan kuning ini adalah salah satu kupu-kupu yang saya lihat di Butterfly Farm, Penang.

Sampai di Teluk Bahang, ternyata bus tidak lewat di depan Butterfly Farm. Dari bus stop terakhir di Teluk Bahang, Anda harus berjalan ke arah selatan sekitar 1 km sebelum sampai ke Butterfly Farm. Di sini juga ada taksi yang menawarkan jasa untuk mengantar Anda sampai ke Butterfly Farm dengan harga RM 10. Sebenarnya tarif taksi itu cukup mahal untuk jarak pendek, tetapi karena saya belum pernah ke Butterfly Farm dan tidak ingin berjalan di siang hari yang cukup panas, saya pun akhirnya naik taksi.

Di tree of life (pohon kehidupan) ini kita bisa melihat berbagai macam bentuk dan warna kepompong dari kupu-kupu yang ada di taman ini.

Sopir taksi yang membawa saya ke Butterfly Farm bercerita kalau dia baru saja mengantar sepasang suami istri orang Arab yang tengah bulan madu di Penang. Rupanya cukup banyak turis dari Arab yang datang ke Penang Butterfly Farm. Ketika saya berkunjung ke sana, saya melihat ada beberapa keluarga turis Arab yang berkunjung. Tiket masuk untuk wisatawan asing di Butterfly Farm ini adalah RM 27 untuk orang dewasa dan RM 15 untuk anak-anak di atas 3 tahun.

Kupu-kupu bukan hanya tertarik pada bunga, aroma manis dari nanas juga menarik perhatian mereka.
Iguana juga menjadi salah satu penghuni Penang Butterfly Farm.
Mandarin Duck dengan warna bulunya yang indah.

Butterfly Farm ini dibangun pada tahun 1986 oleh David Goh, untuk memperkenalkan entomology (ilmu tentang serangga) kepada masyarakat di Malaysia. Taman seluas 8 hektare ini memiliki koleksi 5.000 kupu-kupu yang terdiri dari 78 species.

Kupu-kupu di taman ini cukup jinak, tak jarang hinggap di tangan pengunjung.

Selain kupu-kupu, di sini juga terdapat berbagai serangga, ada kolam ikan dengan berbagai jenis ikan dari koi hingga arapaima gigas (ikan raksasa dari sungai Amazon). Juga terdapat museum di mana kita dapat melihat koleksi bermacam kupu-kupu dan daur hidup mereka dari ulat hingga menjadi kupu-kupu.

Kupu-kupu sedang berakrobat menghisap sari bunga.
Dua kupu-kupu sedang bercengkrama.
Udara di dalam taman ini cukup panas dan lembab tetapi kalau kita melihat air terjun mini ini, rasanya jadi sedikit adem.

Kemudian ada berbagai benda relik bersejarah dan koleksi patung-patung kuno dan toko souvenir. Di toko souvenir ini ada t-shirt, gantungan kunci, pembatas buku, magnet, dan berbagai souvenir lainnya. Ssst, banyak souvenir yang dijual di sini mirip dengan berbagai souvenir yang bisa kita temui di Bali, Indonesia. Harganya pun jauh lebih mahal kalau dibandingkan dengan harga souvenir di Bali.

Di museum ini terdapat berbagai jenis kupu-kupu dan serangga lainnya yang diawetkan.
Daur hidup kupu-kupu bisa dilihat di tabung-tabung ini.
Advertisements

4 thoughts on “Trip to Penang (7): Butterfly Farm

  1. Cari bus 101 gampang ga dr butterfly farm k komtar, scara waktu dr floating mosque nunggunya sampe 2 jam. Kata salah satu penumpang sih, busnya emg jarang krn rutenya jauh

    Like

    1. Memang bus 101 jarang sekali. Saya juga menunggu cukup lama, akhirnya jalan kaki dulu dari Butterfly Farm ke halte bus yg dekat bundaran yg ada patung nanas raksasa tuh. Kalau jalan bareng teman, sebenarnya lbh murah karena bisa patungan naik taksi.

      Like

  2. It’s a shame you don’t have a donate button! I’d
    certainly donate to this brilliant blog! I suppose for now i’ll settle for book-marking and adding your RSS feed to my Google account.
    I look forward to fresh updates and will talk about this blog with
    my Facebook group. Chat soon!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s