Trip to Penang (1)

Pada akhir Maret 2012, saya travelling ke Penang, Malaysia. Kenapa memilih Penang? Sebenarnya tidak ada alasan khusus, yang pasti saya belum pernah berkunjung ke sana. Lalu, saya mulai mengumpulkan informasi tentang Penang, browsing di internet tentang tempat-tempat yang direkomendasikan untuk dikunjungi di sana.Untuk panduan ke sana, coba buka www.visitpenang.gov.my atau www.tourismpenang.net.my.

Setelah pesan tiket di Air Asia, saya mencari penginapan murah (hostel) karena tujuannya wisata ke sana ala backpacker. So, mampirlah saya di hostel dan akhirnya menemukan Red Inn Court. Selain karena harga kamarnya yang murah -saya dapat rate RM 87 (RM 1 saat itu sekitar Rp 3.000) untuk tiga malam- review mengenai hostel ini cukup bagus dan yang lebih penting lagi, ada kamar khusus cewek (female dorm).

Rencananya, saya ingin menjelajah Penang selama tiga hari tapi karena tiket promo yang saya dapatkan berangkat sore, saya akan tiba di Penang malam hari sehingga efektif waktu untuk menjelajah Penang hanya dua hari. Tak apalah, namanya juga coba-coba. Semoga waktunya mencukupi.

Oke, berangkatlah saya hari Sabtu sore dengan pesawat pukul 16.15 WIB. Saya tiba di Penang sekitar pukul 20.00 waktu setempat, waktu di sini lebih cepat satu jam dibanding waktu Jakarta. Menurut petunjuk yang diberikan melalui email, lokasi hostel saya ada di Georgetown, lumayan jauh dari Penang International Airport. Kalau naik bus sekitar 1 jam, sedangkan naik taksi 30 menit.

Karena baru pertama kali tiba di tempat asing sendirian pada malam hari, akhirnya saya memilih naik taksi daripada naik bus malah salah jalan. Saya pun lantas mengantre di depan loket taksi resmi bandara, setelah menyebutkan tujuan saya, biaya taksi yang harus saya bayar RM 44. Taksi resmi bandara berwarna putih, tapi bentuknya tidak seragam. Ada yang sedan, ada yang model SUV. Kebetulan saya kebagian mobil yang model SUV ini, lumayan legaa 🙂

Sopir taksinya bukan orang Melayu, kemungkinan keturunan Arab atau India tapi muslim. Sopir ini sigap benar, dia tanya alamat yang dituju. Saya yang kurang paham, menyodorkan email yang sudah saya print.  Di situ ada nomor telepon hostel saya kemudian ia menelepon hostel tersebut untuk menanyakan arahan menuju hostel.

Selama perjalanan, sopir taksi banyak bertanya apakah ini kunjungan saya yang pertama di Penang. Ia juga bercerita kalau rata-rata orang Indonesia yang datang ke Penang untuk tujuan berobat. Dari bandara, kami melewati kota Penang. Dari jauh terlihat Penang Bridge, ikon Penang. Alhamdulillah, tak lama kemudian sampailah saya di hostel tujuan. Saya sangat berterima kasih pada sopir taksi yang ramah dan helpful tadi. Ah, akhirnya saya segera check in agar bisa segera mengistirahatkan badan yang penat. (*)

Hostel tempat saya menginap di Georgetown, Penang. Red Inn Court adalah bangunan yang berwarna putih.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s